hosh.....hosh....hosh.....
deru nafas seorang gadis terdengar, gadis itu berlari ke gang sepi dimana tidak ada seorang pun disana. gadis itu lalu membuka masker dan kaca mata yang ia pakai.
"sialan,mengapa mereka tidak berhenti mengejar ku?lagi pula aku juga bukan seorang pencuri. aish..... bodoh sekali,mengapa aku berlari ke gang sepi seperti ini?"tanyanya sambil meratapi kebodohan nya.
gadis itu bernama Clara Greta Pricilia Yukista Ainsley,nona muda keluarga Ainsley yang hidup bak putri kerajaan.ia melarikan diri dari pernikahannya dari seorang p****************g,tidak seorang pun yang mengetahui kepergian dirinya.
ia pergi ke kota awan,dimana kota yang tidak dikuasai oleh keluarga Ainsley.clara berharap,jika dirinya akan menemukan tujuan hidup nya dan mencari mimpi nya yang dulu sudah hilang terbawa angin.
"untunglah disini sangat sepi dan tidak ada orang,jadi tidak akan ada seseorang yang akan berbuat jahat padaku"ucap Clara lega,ia lalu mengambil handphone dari tas selempang yang ia bawa.
Clara membuka sebuah aplikasi yang dapat menunjukkan sebuah rute atau jalan yang ia inginkan. Clara mengetik huruf-huruf di layar kaca itu dan terbentuklah sebuah kata yaitu cafe anyelir.
"oke,aku sudah menemukan nya sekarang hanya perlu mengikuti arah nya"gumam Clara lalu berjalan mengikuti arah yang ditunjukkan.
cukup lama Clara berjalan,karna ia tak memiliki uang tunai maka ia tak bisa memesan taksi.ia hanya memiliki 2 buah black card dan beberapa perhiasan mahal dari merek-merek terkenal di dalam tas yang ia bawa.sedangkan dalam koper besar yang ia seret terdapat beberapa pakaian dan barang-barang kesayangan miliknya.
30 menit sudah clara berjalan dan akhirnya ia menemukan cafe yang sedang ia cari sedari tadi.
"akhirnya aku menemukannya, cafe anyelir"gumam Clara.
Clara segera masuk kedalam cafe yang terlihat ramai pengunjung nya karna terkenal dengan desert dan capuccino nya.clara segera berjalan dan bertanya kepada salah satu seorang pegawai.
"permisi,apakah ini cafe milik anyelir Kimberly?"tanya Clara kepada seorang pegawai pria yang seumuran dengan nya.
pia itu cukup tampan dan ia juga adalah salah satu alasan mengapa banyak sekali pelanggan wanita disana.
"iya,cafe ini milik nyonya anyelir,anda siapa?"tanya pria itu dengan tatapan menyelidik.
"saya itu adik nya,apakah saya bisa bertemu dengan kak anye?"jawab Clara lalu bertanya.
pria itu diam sejenak,karna yang ia tahu adalah anyelir Kimberly tidak memiliki keluarga dan ia juga sedang hamil sekarang tanpa adanya seorang suami.
"maaf gak boleh,nyonya anyelir gak punya adik"jawab pria itu.
"idih...sok tahu,makanya tanya dulu sama kak anye,aku adiknya apa bukan!"ucap Clara kesal.
"heh nyonya anyelir itu gak punya keluarga dan dia juga hidup sendiri,udah deh elo gausah ngaku-ngaku.keluar atau gue panggil satpam!"ancam pria itu dan membuat Clara kesal,karna ia paling benci jika di ancam-ancam.
"idih kok main ancem-anceman? aku datang buat ketemu kak anye,panggil dulu kak anye baru setelah itu,seterah kamu deh mau ancam aku!"ucap Clara nyolot.
"idih kampungan,pake aku-kamu segala"ucap pria itu mengejek Clara.
"heh seterah aku dong,aku yang punya mulut kok kamu yang sewot?"tanya Clara dan berhasil membuat pria itu ikut kesal.
dan akhirnya perang adu Cocos antara pria tampan itu dengan Clara berlanjut,sampai seorang wanita cantik yang awet muda keluar dengan perut nya yang agak membuncit karna ia sedang hamil.kandungan kehamilan nya masih 7 bulan.
"Vero,bukannya kerja malah berantem sama pelanggan!"tegur wanita itu kepada pria tampan yang bernama Vero Anggara.
Vero dan Clara berbalik dan melihat siapa yang datang,Vero langsung memasang mimik wajah manja sedangakan Clara tersenyum sumringah.
"bukan gue yang nyari masalah Tante,tapi ni orang.yang ngaku-ngaku adik Tante!"ketus Vero dan anyelir segera menatap Clara.
Clara memeluk erat anyelir begitu juga sebaliknya,anyelir meneteskan air mata bahagia karena orang yang menganggap dirinya sebagai keluarga telah hadir di hadapannya.
"loh,kok Tante malah pelukan sih sama ni orang?"tanya vero kesal.
"dia adik tante,wajar dong kalo Tante peluk"jawab anyelir lalu melepaskan pelukannya dari Clara.
"kamu kenapa bisa ada disini? kamu baik-baik aja kan?"tanya anyelir kepada Clara.
"aku baik-baik aja kok,tapi kalo masalah bisa disini itu karna....."ucapan clara terpotong karna sebenarnya ia sedikit takut karna kakak angkatnya ini sedang hamil.
bagaimana jika Clara mengatakan bahwa dirinya kabur dari rumah? bukankah anyelir akan sangat terkejut dan juga apakah tidak akan mempengaruhi kandungan anyelir?,bagaimana pun anyelir adalah kakak angkat perempuan Clara satu-satunya yang paling ia sayangi.hanya anyelir saja yang berani memukul dan memarahi Clara,karna hal itu adalah hal yang paling langka yang pernah Clara dapatkan.
anyelir juga sangat menyayangi Clara, sebenarnya ia tak begitu suka karna Clara selalu dimanja dan tidak ada seorang pun yang berani menolak keinginan Clara,bahkan untuk menegur Clara saja tidak seorang pun berani karna latar belakang Clara dan dia juga memiliki seorang kakek yang begitu sensitif terhadap teman-teman Clara.
karna hal itu clara hanya memiliki seorang teman perempuan yaitu Sarah Azhari yang sekarang juga berada di kota awan untuk melanjutkan kuliah nya.
"sebenarnya itu......Clara kabur dari rumah hehehe"ucap Clara sambil cengengesan gak jelas.
"APA?!!!"pekik anyelir yang membuat telinga Clara dan Vero peng rasanya.