Kembali Mual

1144 Words

“Jadi, kapan rencananya kamu akan mengunjungi keluarga Sani?” tanya Ethan dengan suara tenang namun penuh makna. Suaranya mengalun pelan di antara denting garpu dan piring, namun cukup membuat semua kepala di meja makan menoleh ke ujung meja—tempat Dominic dan Sani duduk berdampingan. Ethan menatap mereka dengan sorot mata yang penuh harap, tak sabar ingin menyaksikan anak sulungnya segera menikah. Dominic segera menanggapi. “Aku sudah atur waktunya, Pa. Setelah ini aku akan bicara langsung dengan keluarga Sani. Kami akan pergi ke sana minggu depan.” Namun belum sempat suasana mencair, suara garpu dan pisau terdengar diletakkan cukup keras di atas piring. Melani—dengan ekspresi datar namun sorot mata tajam—mengangkat wajahnya menatap putranya. “Dan setelah itu kamu langsung menikah de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD