Anti Nyamuk

1108 Words

Di ruang makan kecil yang menyatu dengan dapur, aroma sayur asem yang asam segar dan gurihnya ikan goreng memenuhi udara, mengundang selera siapa pun yang mencium harumnya. Meja makan kayu bundar sudah ditata rapi, dengan sambal terasi, tempe goreng, dan lalapan sederhana sebagai pelengkap. Sri sibuk menyendok nasi hangat ke piring-piring. Meskipun usianya tak lagi muda, gerakannya tetap lincah. Suhadi duduk di sisi kepala meja, sementara Sani dan Dominic duduk berdampingan di sisi kanan. Suhadi baru membuka suara saat semua piring telah terisi dan mereka mulai makan. Suaranya tenang, tapi jelas. “Jadi… kapan rencananya kalian akan menikah?” Suasana sedikit hening untuk sesaat. Dominic meletakkan sendoknya pelan sebelum menjawab dengan mantap, “Secepatnya, Pak. Saya akan umumkan pernika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD