Dominic merasa terkejut, namun wajah datarnya tetap tak menunjukkan apa-apa. Tak ada perubahan ekspresi, tak ada gerakan tubuh yang mencurigakan—namun pikirannya berputar cepat. Ingatan tentang foto yang ditunjukkan Leon di apartemen Robby kemarin kembali menghantam benaknya. Wajah wanita dalam foto itu… ya, wanita yang sama yang kini berdiri beberapa langkah di hadapannya. Dominic tak ragu. Itu dia. Putri pun terdiam membeku, wajahnya kehilangan sedikit warna. Keterkejutan jelas tergambar di matanya saat mendengar Bagas menyebut nama Dominic. Pria itu... pria yang sejak tadi menciptakan aura menekan dan tak terdefinisi itu... ternyata bernama Dominic? Kata itu menggema di kepalanya, menyeret ingatannya pada percakapan dengan Dira. “Namanya Dominic…” Putri menelan ludah. Seketika pikira

