Kesabaran Jihan

1073 Words

Mendapat bentakan dari Elvan tak lantas membuat Jihan marah melainkan sebaliknya. Jihan tersenyum manis pagi itu menyambut terbukanya mata Elvan setelah beberapa hari keduanya mulai pisah kamar. Walau memperoleh tatapan mematikan, Jihan berusaha mengabaikan tatapan tersebut. Langkahnya mendekati pria yang masih duduk di atas ranjang dengan tenang. "Mas cepatlah bangun lalu shalat, masih ada sedikit waktu untuk shalat subuh." Dengan santai Jihan mengambil selimut yang menyelimuti tubuh kekar Elvan lalu merapikannya. "Kamu!" seru Elvan semakin kesal karena perempuan ini seolah tidak terpengaruh oleh amarahnya. Merasa tidak ada gunanya bicara dengan sang istri, Elvan lekas menarik kakinya menuju toilet. Dalam kamar mandi, Elvan terus memukul tembok, dia marah dengan semua orang termasuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD