Pagi pun tiba.
Andrew bersiap untuk datang ke sidang kasus yang menimpanya.
Sam sudah menunggu di depan ruang inap Nyonya Anna. Sedangkan bik Surti sudah mulai berberes di dalam ruangan sambil menemani Nyonya Anna.
" Bik... aku titip Mama, segera kabari aku jika ada apa - apa.
Dan tekan saja tombol merah itu jika ada sesuatu pada mama.
Di luar ada bodyguard yang berjaga dan nanti aku akan berpesan pada dokter dan suster juga untuk mengawasi Mama. "
kata Andrew sambil memegang tangan mamanya.
" Iya den " jawab bik Surti.
" Ma... sekarang Andrew akan ke pengadilan untuk sidang, doa kan semuanya lancar dan segera selesai Ma " ucap Andrew sambil mengecup tangan dan mengelus pipi Mamanya.
Seperti keajaiban saja, perlahan terlihat bola mata mama Anna bergerak, walau belum terbuka. Tapi itu sangat membahagiakan Andrew.
" Mama ... ini Andrew Ma " ucap Andrew dengan tersenyum. Senyum yang terlupakan selama ini.
Tepat saat itu masuklah Dokter Vanya dan perawat yang melakukan pengecekan pagi.
Yaa... lagi - lagi Vanya mengangikan dokter Aldo berjaga sebentar karena dokter Aldo belum datang.
" Dok... mama saya barusan mengerakkan bola matanya , tapi belum terbuka "
" Permisi , saya periksa sebentar "
ucap dokter Vanya.
Dokter Vanya pun melakukan pemeriksaan pada Mama Anna dan suster mencatat grafik monitor.
"Gimana dok keadaan mama saya ? " tanya Andrew tidak sabar.
" Sepertinya Mama Anda akan segera sadar, tapi tidak bisa dipaksakan. Tetap diajak ngobrol jadi otak beliau akan mulai merespon "
ucapnya.
Sungguh Andrew yang awalnya merasakan kesedihan yang mendalam, perlahan sirna, karena dengan perubahan mamanya membuat dia lebih semangat lagi.
" Dok, titip Mama saya. Tolong kabari saya jika ada perkembangan " ucap Andrew tersenyum bahagia sambil mengenggam tangan Dokter Vanya.
Vanya yang kaget karena genggaman Andrew hanya bisa mengangguk saja.
Andrew dengan senyum yang masih mengembang segera keluar untuk meminta restu pada Papanya. Dan dengan menyentuh jendela kaca , dia menyampaikan kalau mamanya sudah membaik dan dia akan ke persidangan sekarang.
" Doakan Andrew Pa "
ucapnya lalu bergegas keluar di dampingi Sam dan Jo.
Sesampainya di pengadilan, pengacara Reno sudah menunggu disitu, dan memberi hormat pada Andrew lalu mereka pun masuk ke dalam ruang sidang.
Keberuntungan sepertinya sedang berpihak pada Andrew. Ternyata dengan semua bukti, rekaman cctv dan tracking dari pemesan barang haram itu, terbukti bukan Andrew yang memesan. Dan dari pengecekan urine juga Andrew terbukti tidak memakai atau mengkonsumsi barang haram itu.
Barang itu memang sengaja di alamatkan kesana. Entah apa motif dibalik semua itu, untuk saat ini Andrew tidak peduli, yang jelas dia sudah dinyatakan bebas dan tidak bersalah.
Tapi dia tetap dinyatakan sebagai saksi untuk dimintai keterangan jika sewaktu - waktu diperlukan, karena pelaku belum ditemukan . Andrew hanya ingin segera kembali ke RS untuk menemani mamanya, berharap mamanya segera sadar dan mendengar kabar kebebasannya.
Keluar dari persidangan, Andrew ditemani Sam dan Jo bergegas keluar. Sedangkan pengacara Reno masih mengurus beberapa berkas untuk laporan hasil persidangan.
" Sam... tolong umumkan hasil sidang yang menyatakan aku tidak berasalah pada media. Kembalikan nama baik keluarga Wilson " ucap Andrew.
" Baik Tuan Muda . Kalau begitu saya akan ke kantor sekarang dan mengurus semua. Jo akan menemani Tuan Muda ke RS ".
Tanpa berlama - lama Andrew masuk ke mobil dan segera ke RS.
Selang beberapa menit, mobil kantor pun sampai menjemput Sam.Karena Sam sudah memberitahu sopir kantor supaya menjemputnya di pengadilan.
Ia pun segera ke kantor dan di perjalanan dia menghubungi orang kepercayaannya untuk mengatur jadwal dengan media. Tentang kebebasan Andrew.
Sementara itu ponsel Andrew berdering, dan nomornya tak dikenal. Andrew tidak menghiraukannya... mungkin salah sambung.
Tapi kemudian no itu menghubunginya lagi sampai 3 kali .Dan Andrew tetap tidak mengangkatnya, dia pikir mungkin saja itu adalah orang yang menjebaknya.
Dia pun menoleh keluar jendela mobil sambil tersenyum membayangkan mamanya yang segera sadar.
Ternyata setelah itu hp Jo berdering.
" Ya ada apa Berto "
tanya Jo
Berto adalah salah satu bodyguard yang mengawasi kamar Nyonya Anna.
" Jo tolong kabari Tuan Muda, nyonya Anna sudah mulai sadar dan membuka mata. Tapi beliau masih lemah , dan sekarang nyonya sedang di periksa lagi "
" Apa, benarkah.... syukurlah " ucap Jo
" Tuan, Nyonya Anna sudah sadar dan membuka mata, tapi Nyonya masih sangat lemah dan sekarang sedang dicek kembali oleh dokter " ucap Jo sambil tersenyum dari jok depan.
" Bagus.... percepat mobilnya, aku ingin segera sampai ke RS " ucap Andrew tidak sabar.
Mobilpun melesat karena kebetulan jalanan lenggang. Andrew pun menelpon Sam
" Sam mama sudah mulai sadar, berikan semua karyawan dan pekerja di rumah bonus. Jangan sampai terlewatkan "
ucapnya sambil tersenyum walau Sam tidak melihatnya.
" Baik Tuan Muda " jawab Sam
Belum sempat Sam bertanya, Andrew sudah menutup telepon. Sungguh dia sangat bahagia dengan keajaiban hari ini.
Dan dia benar - benar akan mewujudkan satu persatu harapan kedua orang tuanya.
Sam yang mendapat kabar gembira segera membuat pengumuman dan menyuruh accounting untuk memberikan bonus kepada semua karyawan di perusahaan.
Perusahaan raksasa keluarga Wilson yang merambah sampai keluar negri dan tentunya mereka juga mendapatkan bonus.
Para karyawan yang di kantor dengan Sam, bersorak bahagia, mendengar kabar tentang Nyonya Anna dan tentunya dengan bonus.
Nyonya Anna memang terkenal dermawan bahkan kadang - kadang Nyonya Anna akan datang ke kantor untuk membagikan kue - kue hasilnya mencoba resep - resep baru. Atau kadang memberikan kado kepada pegawai yang ulang tahun.
Karena selama ini Andrew sangat jarang pulang ataupun ngobrol dengan mamanya.
Mungkin karena kesepian, Andrew yang merupakan putra tunggal keluarga Wilson dan semua saudaranya ada di luar negeri, membuat Nyonya Anna sering ke kantor.
Sesampainya di rumah sakit, Andrew setengah berlari menuju ruangan mamanya. Dia segera membuka pintu dan mendapati bik Surti yang duduk di kursi samping mamanya, dan mamanya tertidur.
" Bagaimana keadaan Mama bik ?
" Nyonya tadi sempat membuka matanya dan hanya melirik ke sekitar."
" Kata dokter Nyonya belum sepenuhnya sadar dan masih lemah. Trus dokter menyuntikan sesuatu di infus Nyonya. Katanya supaya Nyonya beristirahat dan tidak banyak berfikir dulu "
Andrew menghampiri mamanya dan mengecup tangan mamanya.
" Ma... maaf tadi Andrew tidak disini saat mama bangun, Andrew sudah menyelesaikan persidangan Ma. Andrew bebas Ma. Mama istirahat yaa... biar cepat pulih. "
ucap Andrew terharu dan menitikkan air mata bahagianya.
Tidak ada lagi rasa malu, dia tidak peduli walaupun dia lelaki, tapi dia sungguh bahagia dengan perkembangan mamanya.
" Den ...sebaiknya aden makan siang dulu. Tadi Tuan Sam yang menelpon dan mengirimkan makanan untuk aden "
ucap bik Surti
" Ma... Andrew mau makan dulu ya Ma, nanti kalau mama sudah pulih, kita makan bareng ya Ma. Andrew kangen sama masakan Mama " ucapnya sambil mengecup tangan mamanya lagi
Andrew pun berganti pakaian dan makan siang. Bik Surti membantu menghidangkan dan menyiapkan minumannya.
" Bibik makan juga, temani aku "
" Tidak usah den, tadi bibik sudah makan. Aden makan saja dulu "
Andrew merasa makan siangnya hari ini sangat nikmat entah karena itu makanan favoritnya atau karena suasana hatinya, yang jelas dia makan dengan lahap.
" Oh iya den, tadi bu dokternya disini menemani Nyonya, setelah aden pergi... sebenarnya bu dokter juga keluar dengan suster, trs masuk lagi sendirian dan menemani Nyonya "
Andrew terdiam sejenak lalu lanjut meneguk airnya dan menyelesaikan makan siangnya.
" Apa yang dia katakan bik ? "
" Bu dokter mengelus tangan Nyonya sambil mengatakan kalau Nyonya mengingatkannya pada Ibunya yang sudah lama berpisah dengannya. Dan mengatakan kalo Nyonya kuat dan akan segera pulih. "
" Trus pas bibik menaruh teh untuk Bu dokter, ternyata perlahan Nyonya membuka mata "
" Bu dokter pun segera memanggil Pak dokter dan memeriksa Nyonya."
Mereka berdua memeriksa semua alat dan layar... bibik tidak ngerti den. Trs Bu dokter memegang tangan Nyonya lagi sambil berkata : Nyonya sudah pulih, Nyonya istirahat saja .
Dan Nyonya tersenyum. Trus pak dokter menyuntikkan sesuatu ke infus trus Nyonya tidur lagi. "
" Tadi Bu dokter menelpon aden untuk menjelaskan kondisi Nyonya, tapi mungkin aden sedang sibuk, jadi aden tidak angkat katanya "
Dan Andrew hanya ber owh... ria , menyadari no tak dikenal itu adalah no Hp bu dokter itu.
" Siapa nama Bu dokter itu Bik ? " tanya Andrew
" Dokter Vanya, ada di jaketnya bibik baca den "
" Hmmm.... Vanya " guman Andrew. Dia tidak pernah menyadari hal itu, pikirannya terlalu kalut akan kondisi kedua orang tuanya dan persidangan.
Andrew yang sudah selesai dengan makan siangnya, pergi keluar untuk melihat kondisi papanya dan mengabari kalau mamanya sudah sadar.
Di depan koridor, Andrew bertanya pada suster dimana dokter Vanya berniat mengucapkan terimakasih dan suster mengatakan kalau dokter Vanya sudah pulang karena dia tugasnya jaga malam.
Andrew hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih kepada suster kemudian berlalu ke ruangan papanya.
Dan Jo dengan setia menemani Andrew dengan tetap menjaga jarak.
Setelahnya Andrew kembali ke ruangan mamanya dan beristirahat.