Cerita hanya imajinasi Author. Mohon bijak dalam membaca. 18 ++
September yang biasanya disebut sebagai September ceria, sepertinya tidak berlaku bagi Andrew Wilson. Bagaimana dia bisa ceria jika tepat di saat ini Papanya kritis dan sekarang Mamanya masih terbaring belum sadarkan diri di rumah sakit akibat kecelakaan beberapa jam lalu.
Kecelakaan yang terjadi begitu cepat. Ketika itu hujan menguyur dengan deras dan Andrew dipaksa pulang. Membuat Andrew tidak konsen menyetir.
Jalanan licin dan jarak pandang yang kabur karena hujan dan kekesalannya yang memuncak membuatnya tidak fokus pada jalan. Dia melampiaskan kekesalan dan kemarahannya dengan ngebut. Pikirannya meleng dan tanpa sadar roda mobil seperti kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan. Papanya yang berada disisi depan penumpang, terluka berat dan kritis. Sedangkan Mamanya di kursi penumpang belakang juga mengalami luka dan belum sadar. Sementara Andrew sendiri mengalami sedikit cidera karena diselamatkan airbag di mobil.
Andrew sedang duduk di depan ICU, tempat dilakukannya tindakan untuk Papanya. Dia mengusap wajahnya dan hanya bisa menyesali tindakannya yang begitu ceroboh, hanya karena ke egoisannya dia hampir menghilangkan nyawa kedua orang tuanya.
FlashBack on *
" Pa ini hidup Andrew.... biarkan Andrew melakukan apa yang Andrew suka dan Andrew ingin bebas Pa. Andrew ga bisa terikat pekerjaan, apalagi di kantoran. Lagian kan sudah ada Sam kepercayaan Papa yang mengurus semua . Dan untuk kasus narkoba itu, Andrew akan cari siapa dalangnya yang menjebak Andrew , jadi biarkan Andrew disini ".
"Andrew... kamu itu sudah dewasa, bahkan sudah menjelang kepala 3. Apa kamu tidak bosan, setiap hari ke diskotik, mabuk - mabukan, balapan, dan banyak hal ga jelas yang kamu lakukan. Papa pusing selalu mendapat teguran dari kepolisian. Dan sekarang ini kamu sudah terlibat kasus dan kemungkinan kamu di penjara . Kamu harus selesaikan masalah itu dengan kepolisian, ga bisa kamu main kabur dan sembunyi begitu terus. Papa sudah mencari pengacara dan kita akan urus semua itu. Kalau kamu tidak bersalah kamu akan bebas. Apa kamu tidak kasian sama Papa dan Mama ?
Kamu itu anak kami satu - satunya, kamulah harapan kami saat kami renta nanti. Perusahaan dan semua aset akan menjadi hak dan tanggung jawab kamu Andrew" jawab Papa Andrew dengan penuh penekanan.
" Tapi Andrew ga bisa pulang sekarang Pa, Andrew harus buktiin kalo Andrew ga salah. Andrew mau cari orang yang sudah memfitnah .Andrew sumpah ga ada jual atau make benda haram itu. Tiba - tiba aja ada paket yang Andrew terima dan isinya barang haram dan polisi datang saat Andrew ngecek paket itu. Dan Andrew yang ditangkap. Pokoknya aku ga mau pulang, aku akan cari si keparat itu, brengsek sialan itu " jawabnya dengan lantang.
" Tidak Andrew, sekarang juga kamu harus ikut Papa ke rumah, kita serahkan semua pada pengacara dan kepolisian untuk mengusutnya sampai tuntas. Papa percaya kamu ga memakai ato menjual benda haram itu. Jadi secepatnya kamu akan bebas dari tuduhan itu. Papa akan blokir semua kartu ATM kamu dan semua kendaraan Papa sita.Dan untuk uang saku Papa akan kasi kamu cash secukupnya , Papa ga mau kamu kabur - kabur gitu dan tidak ada penolakan "
geram Papanya dan langsung menarik lengan Andrew untuk ikut ke mobil.
"Ahhh papa ga adil " teriak Andrew sambil melempar botol minum yang di pegangnya.
Mamanya yang mendengar percekcokan mereka hanya bisa menangis terisak dan memegang lengan Andrew ke mobil supaya tenang. Selama ini Mamanya sangat memanjakannya selalu membela Andrew dan menutupi kesalahan putra semata wayangnya. Namun tidak kali ini, karena Andrew di tuduh mengedarkan narkona, karena dia menerima paket itu saat di apartemen dan polisi langsung menangkapnya.
" Biar aku saja yang nyetir, sudah papa di sebelah aja " bentaknya.
" Lagian kenapa ga pake sopir sih... ngapain juga Papa nyetir sendiri ?"
Tanyanya ketus
" Mang Udin lagi ijin, karena ada urusan di kampung " jawab mamanya singkat.
FlashBack off *
Tepat saat dia sadar dari lamunanya dokter keluar dengan wajah yang tidak jelas. Entah capek ato gimana, dia tidak mau menerka - nerka.
" Gimana keadaan Papa saya Dok ? " Tanyanya panik .
"Papa Anda masih belum sadar dan masih dalam perawatan. Ada banyak tindakan yang sudah kami lakukan dan sepertinya ada sedikit masalah padan jantung beliau. Semoga saja ada keajaiban. Nanti akan di pindahkan ke ruangan sebelah dan belum bisa di tengok ke dalam ,karena masih dalam pengawasan ketat " jawab dokter
" Lalu mama saya gimana dok ? " paniknya lagi
"Mama anda sudah mulai stabil, mungkin beberapa jam lagi akan sadar, dan sekarang sedang dipindahkan ke rawat inap. Jadi tunggu saja " jawab dokter sambil menepuk bahu Andrew dan berlalu.
Yaaa Tuhan
tolong selamatkan kedua orang tuaku, aku berjanji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mereka , aku menyesal telah menyakiti perasaan mereka selama ini. Aku tidak bisa kehilangaan ke dua orang tuaku, bathin Andrew sambil berjalan menuju ruang Mamanya.