KHAZAYN DE FLORENCE

1000 Words
25 YEARS LATER Suara heals sepatu seorang wanita menggema ditempat itu. Sebuah klab malam terpencil disudut kota. Meski begitu, klab itu banyak didatangi para bangsawan dan orang-orang kelas atas lainnya. Mereka menyukai tempat yang tidak terlalu ramai namun tetap berkelas. Dan Tidak sembarang orang bisa memasukinya. Wanita itu terus berjalan sembari melenggak lenggokkan tubuhnya. Gaunnya yang sexy membuat para pria cukup tergiur dengannya. Wanita itu membuka ruangan VIP yang dipesankan khusus untuknya. Karena seseorang telah menyewanya untuk malam ini. Seorang pria tampan berwajah dingin dengan tatapan mata yang tajam serta aura yang mengerikan disekeliling nya, telah menunggunya disana. KHAZAYN DE FLOURENC  Namun karena silau dengan ketampanannya yang melampaui batas, hingga wanita itu tidak menyadari adanya bahaya yang mengancam. Wanita itu menatap nakal pada seorang pria yang tengah duduk dengan menatapnya dingin. Perlahan dia mendekatkan dirinya dengan penuh percaya diri, dan menyentuh pria itu dengan tangan nakalnya. Menyelusuri garis wajah pria itu, dengan tatapan mendamba. "Tuan .. aku milikmu malam ini." ucap wanita itu dengan nada mendayu, mencoba untuk menggoda Khazayn. Khazayn mengetatkan rahangnya. Kepalanya semakin berat Dan menggeram seolah tidak sabar. Namun bukan dikarenakan ingin bercinta. Melainkan tidak sabar untuk menenggak habis darah wanita itu. Bau darahnya menyeruak, membuat naluri haus darahnya semakin menjadi. Khazayn menyeringai jahat sebelum menangkap tangan wanita itu dan membaringkan nya secara kasar diranjang yang telah disediakan disana. Wanita itu yang merasa bahwa pria ini bertindak agresif, membuatnya tersenyum senang. Namun senyuman itu segera hilang digantikan dengan teriakan kesakitan dari wanita itu. Matanya terbuka lebar karena begitu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Khazayn padanya. Aaarrrggggghhhhhh Khazayn menancapkan taringnya keleher wanita itu dengan sekali hentakan gigi nya. Membuat wanita itu merasakan panas dan kesemutan yang merayap menjadi satu disekujur tubuh wanita itu. Kemudian disusul dengan rasa pening dan nyeri yang teramat sangat, sampai akhirnya wanita itu ambruk tak bernyawa dengan mata masih terbuka dan leher yang berlubang, nampak sangat mengerikan. Untungnya Khazayn telah menyihir ruangan itu dengan benang perak. Hingga suara sekeras apapun tidak akan ada yang mendengarnya dari luar. Seperti biasanya, meski telah berkali-kali berhasil mendapatkan mangsanya, Khazayn merasa tidak pernah cukup. Dia selalu ingin lagi dan lagi. Dan pada saat itulah Century datang. "Cukup untuk hari ini pangeran, kita harus pulang." ucap Century tegas. Khazayn berdecak kesal sembari mengelap sisa darah yang masih menempel di sudut bibirnya. "Ck, aku masih kurang Century, biarkan aku mendapatkan mangsaku lagi." "Tidak pangeran. Hal itu pasti akan memancing kedatangan mahkluk kegelapan lainnya. Dan akan mengancam keberadaan kita didimensi ini !!" Khazayn memutar bola matanya. "Aku tidak perduli !! Bukankah aku sudah biasa melakukan pertarungan dengan mahkluk sampah yang mengincarku. Dan tidak ada satu mahkluk pun yang berhasil pulang dengan selamat setiap kali berurusan denganku." ucapnya angkuh. "Itu hanya keberuntungan sesaat mu pangeran. Jika terus seperti itu, akan ada saatnya kau kalah telak." "Hentikan kotbah tak bermutumu Itu Century. Dan berhentilah memanggilku dengan sebutan pangeran, karena aku bukan pangeran !!" ucap Khazayn mulai kesal. Dan berjalan meninggalkan Century. "Urus dia !!" ucap Century pada beberapa anak buah yang sengaja ia sewa untuk membereskan jejak-jejak perbuatan Khazayn. Mood Khazayn berubah setiap kali mendengar nasehat Century yang melarangnya meminum banyak darah dengan alasan yang sama. Sampai Khazayn mulai muak mendengarnya. Khazayn pergi dengan alasan menuju toilet. Padahal dia hanya ingin menghindar dari Century yang sudah seperti pengawal pribadinya. Khazayn terkadang risih dengan kehadirannya. Khazayn keluar lewat lorong rahasia yang menghubungkannya langsung dengan jalan raya. Namun jalan itu cukup sepi karena hari sudah menunjukan waktu dini hari. Hal itu cukup bagus bagi Khazayn karena dia bisa mengincar seseorang yang lewat tanpa diketahui siapapun dan tanpa menguras tenaga dengan menggunakan sihirnya. Khazayn terus melesat sampai akhirnya berhenti disebuah taman. Matanya menyipit menangkap sosok wanita yang tengah duduk Seorang diri disana. Meskipun Khazayn hanya bisa menatap punggungnya. Namun dia tahu bahwa wanita itu masih cukup muda. Apa yang dilakukan wanita itu seorang diri disana? Apa dia sinting? Berada ditaman seorang diri dijam seperti ini. Ditambah lagi dia seorang wanita, pikirnya. Namun Khazayn langsung teringat sesuatu. Mungkin wanita itu sedang menjajahkan tubuhnya. Tapi kenapa harus disini? Bukankah masih banyak tempat yang lebih memiliki peluang untuk itu?. Segala macam pikiran tentang wanita itu. Membuat Khazayn semakin penasaran dan ingin mencoba lebih mendekatinya. Namun baru beberapa langkah, bahunya ditepuk seseorang dari belakang. "Ayo pulang pangeran." Tanpa menoleh, Khazayn sudah tahu siapa yang melakukan hal itu. Khazayn memutar bola matanya. Dan menghela nafas, merasa jengah dengan pria satu ini. "Bisakah kau tidak menggangguku sehari saja Century ! Aku bukan bocah kecil lagi yang harus diawasi dua puluh empat jam." ucapnya kesal. Menampilkan wajah tidak sukanya secara terang-terangan. Century tidak pernah menanggapi setiap ucapan pedas yang keluar dari mulut Khazayn. Dia selalu berwajah datar dan menganggap hal itu sebagai angin lalu. Jika saja bukan Century yang bertugas untuk menemani Khazayn dengan semua kegilaannya. Maka tidak akan ada yang sanggup bertahan untuk mengikuti pria angkuh dan arogan seperti Khazayn. Mereka segera melangkah memasuki mobil yang telah terparkir tidak jauh dari mereka. Dalam langkahnya Khazayn teringat dengan wanita yang tadi duduk ditaman. Namun saat dia menoleh untuk melihat wanita itu lagi, wanita itu sudah tidak ada ditempat nya. Hanya tinggal bangku kosong yang tak berpenghuni. "Dimana wanita itu?" gumamnya menatap keseluruh taman itu. "Ayo pangeran." Khazayn mengalihkan kembali perhatiannya pada Century. "Astaga Century. Berhenti memanggilku pangeran !!" Khazayn menatap kesal dan segera masuk dengan membanting keras pintu mobil. Entah mengapa hanya dihadapan Century, seketika wibawanya hilang. Digantikan dengan wajah kesal berkepanjangan. Tapi meski begitu, dia tidak pernah menyakiti Century. Karena sadar bahwa pria itulah yang sejak dia kecil menjaganya dan melindungi nya. Jika saja Century tidak memiliki jasa seperti itu. Mungkin Khazayn sudah menjadikannya santapan sejak dulu. Mengingat hal yang membuatnya tak berdaya Khazayn menggeram kesal. Khazayn menghela nafas kasar. Mengingat hal itu. Dia merasa beruntung sekaligus musibah besar karena telah ditemani oleh pria seperti Century. Si pria datar, namun menyebalkan, Menurutnya. Selalu saja mengganggu disaat yang tidak tepat. Ingin rasanya melenyapkan mahkluk sialan itu. Dia benar-benar menyebalkan!! sial. ***BERSAMBUNG .... TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI ALUR CERITA INI DENGAN BAIK. *
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD