Malam ini Pak Wira yang ditugaskan menjemput Litani di kantor lalu mengantar gadis itu pulang sampai rumah. Karena Litani benar-benar menolak satu mobil lagi dengan Rafel sejak mengambil keputusan. Litani hanya diam saja sepanjang perjalanan pulang. Pak Wira sendiri juga tidak banyak mengganggu ketenangan gadis itu. “Oiya, ngomong-ngomong bagaimana kemajuan kasus pemotong kabel rem mobilku, Pak? Apa pria itu sudah mau mengakui kejahatannya di depan pihak yang berwajib? Apa dia juga menyebut nama Kaina sebagai orang yang memberi dia perintah?” tanya Litani memecah suasana hening di dalam mobil. Dia tak tahan juga hanya diam-diaman dengan Pak Wira. Membuat perjalanan jadi terasa semakin jauh saja, pikirnya. “Seperti yang kamu bilang kalau otak di balik kejahatan itu adalah Kaina. Tapi pi

