Sebenarnya Rafel enggan menuruti keinginan Litani. Namun akhirnya dia beranjak juga meninggalkan apartemen. Rafel kembali ke rumah sakit dengan membawa makanan yang diinginkan oleh Litani. Meski tidak sesuai dengan pesanannya ketika di telepon tadi, tapi minimal ada nasi dan lauk yang jauh berbeda dengan masakan rumah sakit yang tidak manusiawi menurut gadis itu. Sesampainya di rumah sakit Rafel membuka pintu kamar secara perlahan karena khawatir membangunkan Litani jika gadis itu sedang tidur. Namun kenyataannya gadis itu saat ini sedang terpaku menatap layar televisi yang sedang menayangkan tayangan infotainment Indonesia melalui jaringan streaming. Litani tampak fokus seolah hal yang sedang menjadi fokusnya saat ini akan hilang begitu ia berkedip. Rafel sengaja tidak bersuara saat men

