50. Mengintai Dengan Perasaan

1358 Words

Dari balkon Rafel melihat Kaivan baru saja keluar dari paviliun dan berjalan menuju mobilnya. Dari gesturnya Rafel menebak Litani pasti baru saja mengusir keponakannya itu. “Kenapa kamu begitu gigih mengejar Litani setelah berkali ditolak? Apa Helena saja tidak cukup buat kamu, Kaivan?” ujar Rafel berbicara pada dirinya sendiri. Setelah memastikan mobil Kaivan benar-benar meninggalkan paviliun yang ditinggali oleh Litani, Rafel bergerak cepak menuruni tangga menuju ruang tamu. Dia mengintip dari balik jendela yang paling dekat dengan paviliun untuk memastikan sekali lagi keberadaan Kaivan. “s**t! Aku harus mendatangi gadis tengil itu,” ujar Rafel bermonolog saat membuka pintu utama. Tak disangka dia menemukan Litani sedang tersenyum lebar padanya. Dan di sinilah mereka berada saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD