Namun tentu saja Litani tidak akan memberikan secara cuma-cuma kode sandi yang dibutuhkan Rafel untuk membuka Ipad tersebut. Dia telah menyimpannya selama bertahun-tahun seorang diri. “Ternyata kamu nggak segigih yang aku pikirkan dalam memperoleh sesuatu. Pantas saja kakakmu itu bisa dengan mudahnya mengambil semua yang harusnya menjadi milikmu dan menyingkirkan kamu dari keluargamu sendiri,” ujar Litani ketika dia sibuk berdebat dengan hati kecilnya soal akan memberikan kode sandi tersebut atau tidak pada Rafel, laki-laki itu malah berbalik badan hendak pergi dari hadapannya. Rafel kembali balik badan, berjalan cepat dan membungkukkan badannya hingga wajah mereka saat ini hanya berjarak tidak sampai sepuluh sentimeter saja. Bahkan mereka bisa merasakan embusan napas masing-masing kar

