Visiting

1668 Words

Pagi ini, seperti biasa Lussac akan mencium Vaye yang masih tertidur sebelum dia berangkat bekerja seperti biasa. Dielusnya perut Vaye yang mulai besar dengan sayang, tidak terasa baginya bahwa kandungan Vaye sudah menginjak bulan ke lima saat ini. Keduanya memutuskan untuk tinggal di masion utama Tritas sampai Vaye melahirkan. Lussac selalu sibuk bekerja dan di rumah ini juga ada Gena yang bisa memberi saran atas kehamilan Vaye. Semuanya berjalan dengan baik, Lussac juga bersyukur Vaye sudah tidak terlalu sering muntah-muntah lagi kini. “Enngggh.” Vaye melenguh pelan saat Lussac mengusap pipinya. Bulu mata lentik itu perlahan bergetar, menampakan iris berwarna coklat terang yang tengah memandang malas Lussac kini. “Apa aku membangunkanmu?” tanya Lussac lembut. Vaye menggeleng pelan, me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD