39.

1048 Words

Katakan padaku, planet mana yang pantas kusinggahi, agar tak menemukan mereka yang terus menggulirkan rasa benci. *** "Selamat pagi semua," sapa Bangkit yang baru bergabung di meja makan bersama seluruh anggota keluarganya, ia duduk dan memakan sarapan paginya dengan lahap, tak peduli dengan orang-orang yang merasakan keanehan dari bocah itu. Intinya, Bangkit sudah memaafkan anggota keluarganya? Secara tiba-tiba dan secepat itu, memang aneh. Aryo berdeham, "Semalam, kamu belajar apa sama Permata?" Semua orang menatap ke arah Bangkit yang baru saja meneguk air putih, "Banyak, belajar sama dia nggak bakal bosen." Sekalian belajar makin sayang sama dia, imbuh batinnya. "Kakek suka kalau ada perubahan baik dari kamu, Bangkit. Teruskan," pesan Aryo. "Siap, bosque." Bangkit melahap roti te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD