101 - Suara Hati

2236 Words

Dengan menenteng sepatu tingginya serta jalannya mengendap-endap,Qeila berhasil keluar dari ruangan pribbadinya menuju ruangan kerjanya. Tersenyum senang karena ada Joe yang menunggunya disana dengan pakaian lengkapnya. Duduk dikursi sekertaris lebih dulu,barulah memasang sepatunya. Setelahnya keduanya berjalan turun kebawah meninggalkan Lexion yang masih terlelap di sofa bad sana. Semalam,Lexion memang memutuskan bermalam padahal tidak Qeila ajak bicara sama sekali,Qeila tidur di ranjangnya sendiri sedang Lexion diluar tepat didepan tv. Sesampainya dibawah,dengan jam masih menunjukkan pukul enam pagi,mobil Qeila melaju meninggalkan bandung. Ia ingin ke Jakarta bertemu dengan Kembarannya yang baru menghubunginya saat subuh tadi,itupun hanya mngatakan ‘mari bertemu di jakarta’ hanya itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD