Dengan wajah masih mengantuk, Herlena berjalan membuka pintu apartemen. Menguap beberapa kali, dengan mata setengah terpejam ia perlahan membuka pintu apartemen, menatap kebawah tanpa menatap siapa yang datang. "Siapa?" tanyanya, "Herlena." Ia mendongak, "oh kak Langit, sudah pulang? Kenapa kesini?" tanyanya lagi, mempersilahkan Lexion untuk masuk sekilas ia bisa melihat ada Joe juga ikut masuk kedalam. Sesampainya di ruang tengah, Herlena merebahkan badannya disofa tanpa memperdulikan Lexion di belakang sana. Melanjutkan tidur siangnya weekend ini, ia benar-benar mengantuk setelah pagi-pagi tadi membereskan rumah setelah semalam begadang. "Herlena? Kamu tidur kembali?" heran Lexion,pasalnya Herlena jarang sekali tidur siang. Padahal tadinya, Lexion sudah membayangkan Herlena ak

