Bangun pagi adalah rutinitas Kena sejak kuliah dan berlaku sampai sekarang, apalagi keluarga kecilnya sangat suka sarapan kecil. Sembari terus menata makanan matanya sesekali menoleh kearah pitnu masuk dapur. Sejak tadi suara Arfan selalu terdengar tapi orangnya tidak muncul juga. “Apa Mas Arfan tidur lagi?” tanyanya padfa diri sendiri, “Atau Raina yang tidur lagi makanya engga kemari? Harusnya segera sarapan pagi karena akan berangkat ke rumah sakit.” Setelah merasa semuanya selesai,Kena memutuskan untuk keluar dari dapur menuju ke kamar untuk memeriksanya sendiri. Ia tertawa pelan melihat pemandangan dimana Arfan dengan kemeja di gulung hingga lengan sedang memaikan popok pada Raina,setelahnya bajunya. Bau minyak telon sangat jelas tercium menandakan Arfan telah memandikan Raina. “Na

