Yovan berjalan santai menuju pintu rumah mewah berdesain eksterior yang sangat menarik mata. Di dalamnya ia menemukan Intan sedang fokus ke layar televisi sampai kedatangannya saja dia tidak sadar. "Huuii!" Pandangan gadis itu reflek menoleh padanya. "Abang!!!" teriak Intan riang. "Ya ampun, Intan! Kamu udah gede loh, bukan anak kecil yang harus kayak gini," kaget Yovan. "Lah, Emang ada ya larangan adek meluk Abangnya sendiri!" sewot Intan. "Iya, nggak ada. Bentar lagi udah mau jadi istri orang, tingkahnya masih aja kayak anak-anak." Intan bersungut-sungut di sofa. "Nyebelin banget si Bang! Aku kan kangen sama abangku yang tampan ini!" Intan tersenyum menggoda. Yovan mengernyitkan dahinya heran, dia merasa aneh dengan tingkah Intan. "Baru kali ini kamu akuin kalau Abang mu i

