"Enough Paman ... Aahh ... " Pria itu terus menghujam dirinya semakin dalam, meski Chloe sudah dua kali memintanya untuk berhenti. Ini lebih dari satu ronde, dari yang dijanjikan Liam. "Sebentar lagi, Sayang." Liam menghujam istrinya dengan posisi bak penunggang kuda yang handal. Sedangkan Chloe, berperan sebagai kuda tunggangannya. Dengan posisi ini, Chloe merasa pegal, tapi sekalinya merasa nikmat. Miliknya penuh diisi oleh Liam dari arah belakang dan dia tidak pernah merasa seliar ini. Meja dan ranjang menjadi sarana bercinta mereka berdua saling berbagi keringat. "Kau sangat buas ... Kau..." rintih Chloe dengan napas tersengal. Tangan Liam memukul dan meremas buntalan lembut milik istrinya yang malah semakin membuat libido pria itu meningkat. Bulir-bulir keringat membasahi tubuh p

