Udara dingin malam menusuk kulit Liam. Ia baru saja keluar dari sebuah kafe dengan secangkir kopi pahit masih hangat di tangannya. Senyum tipis terukir di bibirnya, mengingat pesan singkat dari istrinya, Chloe, yang baru saja mendarat di Paris. Dia lega, Chloe akhirnya sampai di tempat tujuan dengan selamat. Liam memutuskan untuk berjalan kaki menyusuri jalanan yang sepi. Pikirannya melayang pada Chloe, membayangkan bagaimana ia menikmati keindahan kota Paris bersama kakaknya. Ia sengaja mengizinkan Chloe pergi ke Paris, bukan hanya untuk menenangkan diri setelah kejadian yang menimpanya beberapa bulan lalu, tapi juga untuk melindunginya dari musuh-musuhnya. Liam masih ingat jelas bagaimana dirinya harus berjuang mati-matian untuk menyelamatkan Chloe dari ancaman para mafia yang ingin me

