Jonathan bergeming, mendengar ucapan Anna yang dianggapnya sama sekali tidak serius dan angin lalu saja. Namun, Anna bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia akan melakukan segala cara sekalipun harus mengekang dan menjadi posesif seperti Daddynya. Susah payah dia merebut Jonathan dari Chloe, masa dia harus kalah dengan wanita lain? Masa dia harus membiarkan rumah tangganya terganggu. Syukurlah, ketika Anna hampir keguguran dan masuk rumah sakit kemarin. Jonathan jadi lebih memperhatikannya, tapi dia akan tetap membuat lelaki itu terus perhatian padanya. Jangan sampai Jonathan terpikat lagi pada Chloe, ataupun wanita lain lagi. "Jo Sayang, kau mau berangkat?" tanya Anna pada suaminya. "Iya Sayang." "Kau sudah memecat sekretarismu itu?" tanya Anna sambil menatap lekat pada kedua mata s

