Melihat foto yang dikirimkan oleh Jody padanya, membuat darah Liam mendidih seketika. Dia yang sedang berada dalam perjalanan pulang, langsung meminta Branz memberhentikan mobilnya dulu dipinggir jalan. "Sialan! Siapa b******n ini?" decak Liam sambil mengepalkan tangannya emosi. Berani sekali pria itu memegang tangan istrinya dan menatap istrinya seperti itu. "Apa dia mau kehilangan tangan kanan dan kedua bola matanya?" gumam Liam yang hatinya dipenuhi kobaran api cemburu. Branz dapat melihat raut wajah Liam yang tampak waspada, dia meneguk ludahnya melihat sang bos seperti itu. Dia tidak berani mengeluarkan sepatah katapun. "Branz, kita pergi ke mall Flowers sekarang!" titah Liam pada bawahannya itu. "Iya Pak." Branz menganggukkan kepalanya dengan patuh. Lalu dia menancap gas menuju

