Titans Genon langsung melangkah dengan begitu gesit dari areal parkir mobilnya menuju ke areal dalam bar, berjarak tidak cukup jauh memang. Semakin dipercepat agar segera sampai. Tak ada hitungan satu menit, ia sudah berhasil mencapai pintu utama bar. Ditarik dengan kekuatan tangan cukup besar. Diedarkan pandangan ke sekeliling untuk menangkap di mana sekiranya meja dipilih oleh Davae Hernandez. Suasana di dalam bar tidak cukup ramai oleh pengunjung. Selang sepuluh detik saja, kedua matanya sudah melihat sosok kakak dari Adaline itu. Kedua kaki panjangnya digunakan setengah berlari agar tiba cepat di meja tengah ditempati Davae, sekitar empat meter di depan. Dan, tidak terlalu jauh baginya untuk dicapai. "Selamat malam, Mr. Genon." Titans cukup terkejut mendapatkan sapaan, ketika bar

