#12-Forever (1)

2707 Words

Angin yang berhembus sore itu begitu menenangkan dan menyejukkan. Dia duduk di salah satu bangku panjang yang tersedia di taman belakang gedung bertingkat lima tersebut. Ada yang hilang. Ya, itu sudah pasti. Sesuatu yang hilang itu begitu berarti dan bermakna. Sesuatu yang hilang itu sangat penting baginya. Namun, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menunggu agar sesuatu yang hilang itu bisa kembali.             Ah... apakah dia akan kembali?             Tidak... sepertinya, dia tidak akan pernah kembali. Bodoh sekali kalau dia berpikir orang itu akan kembali lagi. Orang itu tidak akan pernah berdiri di depannya lagi dan tidak akan pernah tersenyum dengan cara yang sangat dia sukai lagi. Semuanya sudah berakhir. Sudah berakhir.             Tuhan... mengapa rasanya begit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD