Usia Ary bertambah, anggota keluarga pun bertambah. Kebahagiaan yang diciptakan juga makin bertambah. Meski hubungan Garyzka dengan Yaksa belum sepenuhnya akur, tapi ada kehangatan rasa keluarga yang ditunjukkan Yaksa. Mungkin mengingat usia yang tidak muda lagi untuk menjunjung egonya. "Ar... bantu Papa angkat kursi, nih!" seru Garyzka meminta bantuan anaknya. Ary segera berlari dari taman belakang. Anak laki-laki itu memang mencintai papanya sampai tak sadar sudah sangat meniru sikap papanya. "Ini, Pa?" tanya Ary. "Iya. Angkat yang itu bawa ke taman belakang, ya." "Banyak amat, sih, Pa kursinya. Kan nanti pada berdiri tamunya." Garyzka menaruh kursi single dengan cepat, dan kembali masuk ke dalam rumah. "Kan nanti tamunya banyak, Kak. Pasti pegel kalo berdiri terus, perlu duduk. La
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


