TIDAK ada yang bisa menjelaskan bagaimana perasaan mereka masing-masing saat ini. Geihara meminta bibi Pon untuk menyiapkan kamar tamu untuk Garyzka gunakan. Pengajuan untuk mengajak Ary menginap, kini berganti menjadi Gary yang menginap. "Kamu nggak keberatan aku bermalam di sini?" Ga sebenarnya kasihan melihat Ge masih mengurusinya dengan mata yang sembab. Hidungnya masih memerah, tapi sudah bersikap seperti biasa. Mata lelah Ge bahkan sudah tercetak jelas. "Tidur. Istirahat yang cukup," ungkap Ge. "Cukup ‘kan bikin kamu diem?" "Masih marah?" Ge menghela napas. Rasanya ditanya seperti itu malah membuatnya terlihat seperti anak remaja yang masih merajuk. "Apa aku keliatan kayak anak kecil?" Ga menggeleng kepala sekilas. "Kamu terlihat cukup dewasa—oh, sorry. Sangat dewasa." Terden

