Siasat

1305 Words

“Tenanglah kak!” bentak Diego yang mulai emosi. Suara Diego bagai minyak menyiram api yang sedang membara di dalam hatinya. Ia merasa semua orang sedang mempermainkan dirinya. Status Elvrince, kabar pertunangan, ia ingin menghancurkan tempat ini sekarang juga. Panas. Tentu saja. Sejauh pandangan mata, ia melihat Agride menyematkan cincin pada jari Elvrince. Tanpa penolakan dari Elvrince. Penampilannya yang berkali lipat cantik dan wajah bahagia Elvrince seperti ejekan untuk dirinya. Ia masih tidak mengerti apa motif Elvrince melakukan penipuan yang sangat dalam untuknya. Cinta. Dia prnah bilang jika mencintai dirinya tapi apa sekarang? Dia malah menerima cinta pria lain yang sangat jelas pernah menyakiti dan menghinati hatinya. Apa cinta yang dirinya berikan tidak cukup hingga Elvrince me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD