“Migael, aku takut.” Keluh Nancy. Kini mereka sudah berada di area parkiran kantor Elvrince. “Tarik nafas panjang lalu buang dan ulangi lagi.” Ucap Migael dan diikuti Nancy. “Oke, aku siap.” Ucap Nancy. Mereka turun dari mobil lalu menuju lift menuju lantai tempat Elvrince. Tak lama bunyi lift berdenting, mereka keluar dan melangkah menuju ruang satu-satunya di lantai itu. CEO. Tertulis jelas didepan pintu. Nancy dan Migael saling memandang dan mengangguk. Dengan pasti Nancy memutar knop pintu lalu mendorong dan melangkah masuk. “Hey! Siapa yang bera- Nancy!” seru Elvrince dan berteriak saat tau siapa yang datang. Nancy menyungging senyum miring lalu duduk di sofa diikuti Migael. “Ku pikir kau sudah lupa padaku.” Sindir Nancy. Elvrince meletakkan pen yang ia pegang lalu berdiri dan

