Pelukan hangat

1125 Words
**** " Honey, honey " teriak Andrew panik. Andrew berjalan tergesa-gesa ke arah ruang tamu tempat istrinya sekarang berada. Dilihatnya Anne yang sedang duduk di sofa dengan menggenggam gelas berisi air putih di tangannya. Anne nampaknya sedang melamun sehingga ia tidak menyadari jika Andrew telah berdiri di dekatnya. " Honey, are you okey ?" tanya Andrew lembut dan duduk disebelah Anne sambil memperhatikan wajah Anne yang tampak sedikit tegang. Andrew mengambil gelas dari tangan Anne dan meletakkannya di atas meja. Anne menatap Andrew dan langsung memeluknya. Tubuh Anne sedikit bergetar ketika ia kembali mengingat bingkisan misterius itu. Bingkisan itu terdapat bangkai burung dan tulisan ancaman di atas kertas yang berlumuran darah burung tersebut. Anne mengingat tulisan itu. Jauhi Andrew atau kau akan MATI . Andrew membalas pelukan Anne dan mengusap pucuk kepala Anne. " Tenangkan dirimu honey, kejadian ini tidak akan terulang lagi ." ucap Andrew mencoba menenangkan Anne. Anne hanya diam dan memejamkan matanya merasakan aroma tubuh dalam dekapan Andrew membuat ia merasa terlindungi. Robert dan seluruh pelayan di rumah itu terpana melihat perlakuan tuannya terhadap istrinya. Tuan Andrew yang begitu dingin dan tak tersentuh itu luluh dengan istrinya. Sangat jelas terlihat jika tuannya ini begitu mencintai istrinya. " Robert, coba kau cari tau siapa yang mengirimkan bingkisan itu dan aku harap dengan kejadian ini kau lebih mengetatkan penjagaan disekitar rumah. Aku tidak ingin istriku merasa tidak nyaman tinggal dirumah ini. " Iya tuan." sahut Robert patuh. " Honey, ayo kita ke kamar. Jika kau masih merasa takut di kamar utama kita bisa pindah ke kamar yang lain. " ucap Andrew yang masih memeluk tubuh Anne. Anne melepaskan pelukannya dari Andrew dan menatap Andrew. " Tidak perlu pindah kamar drew, tadi Robert sudah menyuruh pelayan untuk membersihkan semuanya." ucap Anne lembut. Andrew tersenyum melihat Anne dan ia menggenggam tangan Anne dan Andrew membawa Anne pergi ke lantai atas menuju kamar mereka. Andrew merangkul bahu Anne secara posesif membuat Anne merasa nyaman di dekat Andrew. Andrew membuka pintu kamar dan sekilas melihat kamar mereka yang tampak biasa saja. Mungkin telah dibersihkan Robert sehingga tidak bersisa kotoran sedikitpun di kamarnya. Bahkan bau bangkai di kamar mereka pun tidak tercium. Yang tercium hanyalah harum pewangi ruangan. Andrew mengakui kerja Robert pelayannya itu patut diacungi jempol karena beliau sangat cekatan dan mengutamakan kenyamanan majikannya. Andrew menuntun Anne untuk duduk di tepi ranjang king size mereka. Andrew melihat raut wajah Anne yang sedikit gugup kemungkinan istrinya ini masih teringat akan insiden bingkisan misterius tadi. "Honey, aku janji kejadian ini tak kan terulang lagi." ucap Andrew sambil mengelus pipi Anne. Anne hanya mengangguk dan tersenyum menatap Andrew. " Menurutmu siapa yang mengirim bingkisan itu, Drew ?" tanya Anne. " Mungkin itu salah satu ulah fans ku honey. Kejadian seperti ini sangat mungkin terjadi mengingat aku sedang berada dipuncak karirku dan aku memutuskan untuk menikah denganmu. Pada saat acara pernikahan kita di publikasikan, banyak fans ku yang merasa kecewa tapi banyak juga mengucapkan selamat pada kita. Akun media sosialku penuh dengan pujian dan umpatan dari orang-orang yang senang denganku dan sekaligus membenciku. Walaupun sebenarnya yang mengelola akun ku itu adalah manajerku. Aku tahu ini akan sedikit sulit untuk kau hadapi honey, tapi aku mohon apapun yang terjadi tetaplah bersamaku." ucap Andrew pada Anne. Anne tersentuh dengan perkataan Andrew. Anne yakin jika suaminya ini benar-benar mencintainya. Anne harus kuat menjalani hari-hari bersama Andrew yang merupakan sang aktor terkenal. Ia tidak boleh salah langkah dan harus bersikap ramah pada para fans Andrew. Anne tidak ingin membuat Andrew merasa malu mempunyai istri sepertinya hingga akhirnya dapat menyeret nama Andrew dan berdampak pada karirnya Anne memeluk erat tubuh Andrew dan suaminya itupun membalas pelukan Anne untuk menyalurkan perasaan aman dan nyaman untuk Anne. Andrew mengusap sayang pucuk kepala Anne. Ia merasa takut jika Anne terluka dan pergi meninggalkannya. Entah kenapa perasaan buruk itu muncul di pikirannya. Andrew memiliki fans fanatik dan ia juga termasuk korban akibat ulah fansnya itu. Pernah dilokasi syuting Andrew sedang duduk membaca naskah cerita tiba-tiba muncul seorang gadis yang mendekat ke arahnya dengan membawa sebuah pisau dapur di genggaman nya. Gadis yang menggunakan kaos oblong bewarna putih dan jeans hitam itu mencoba mendekati Andrew tapi untungnya dua orang kru film yang sedang memasang perlengkapan proses syuting menyadari bahaya yang akan terjadi pada sang aktor dan dengan sigap kru film tersebut menahan gadis itu. Terdengar jeritan dari gadis itu, ia meronta untuk dilepas ketika dua orang pria menyeretnya menjauh dari sang aktor setelah mencoba merampas pisau dari genggaman gadis itu. "Andrew aku mencintaimu, jadilah kekasihku" ucapnya histeris. Andrew yang mendengar ucapannya itu seketika merinding. Tubuhnya menegang dan mengeluarkan keringat dingin. Andrew tidak mengenal gadis tersebut dan ia menyatakan cinta padanya. Andrew masih mengamati gadis tersebut dan bertanya-tanya kenapa gadis itu bertindak seperti itu. Sang sutradara menghampiri Andrew yang terlihat shock. " Apa kau baik-baik saja, Drew ?" tanya sang sutradara. " Aku baik-baik saja" jawab Andrew cepat. Andrew masih diam terpaku mencerna kejadian yang barusan dia alami. " Hal seperti ini biasa terjadi Drew. Semakin dikenal nama aktor dan aktris akan semakin banyak pula penggemarmu, baik itu yang mendukungmu atau pun yang menjatuhkan karirmu dan gadis itu termasuk fans fanatik mu yang tak segan-segan melukai orang yang menghalanginya untuk mendekatimu. Untung saja beberapa orang ku menyadari tindakan gadis itu. Ini salah satu kelalaian dari kami dan untuk kedepannya kami akan memberikan penjagaan ketat di area lokasi syuting" ucap sang sutradara panjang lebar. Andrew memahami itu dan kejadian ini merupakan salah satu alasan Andrew memakai jasa bodyguard. Selain untuk melindungi upaya fans yang sifatnya ekstrem, para bodyguard juga akan menjaga dari paparazi yang haus akan berita. Andrew menyelimuti Anne setelah Anne terlelap. Ia mengecup puncak kepala Anne dan mengelusnya. Andrew menatap lekat wajah Anne yang cantik. Betapa sayangnya ia kepada istrinya. Andrew turun dari ranjang dan pergi ke ruang kerja. Sesampai di ruang kerja ada beberapa orang yang telah menunggu Andrew. Andrew duduk dan melihat rekaman CCTV yang terhubung dengan laptop di atas meja. Delapan layar kecil muncul di setiap bagian yang terpasang kamera. Terlihat jelas jika di salah satu layar yang merekam aktivitas di depan pagar mansion. Seorang kurir berbaju merah yang menggunakan mobil box berhenti di depan mansion. Kemudian ia membuka pintu dibelakang mobil dan mengambil sebuah bingkisan bewarna pink lalu menyerahkannya pada penjaga. Tidak ada hal yang mencurigakan. Semua nampak normal. Penjaga menerima bingkisan berbentuk kotak tersebut dan menandatangani bukti bahwa bingkisan tersebut telah diterima. Penjaga masuk ke dalam mansion dan memberikan kepada pelayan yang berada di dalam mansion hingga akhirnya bingkisan tersebut diterima oleh Anne. Andrew menghela nafas dan menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya. "Keamanan di sekitar mansion harus diperketat. Aku tidak ingin kenyamanan istriku menjadi terganggu. Kalian semua diizinkan mengambil tindakan jika ada sesuatu yang mencurigakan". Tegas Andrew pada para bodyguardnya. "Baik tuan". ucap para bodyguard Andrew serentak.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD