"Tuan, CEO Mega Company telah tiba," beri tahu Erwin kepada tuannya soal kedatangan putra dari Omar Evan, sang tahanan negara. Arsenio tampak menaikkan salah satu alisnya yang sangat tebal. Menghembuskan nafas panjang. "Bawa dia ke sini," sahut Arsenio menanggapi Erwin. Sang penguasa itu tengah menerka sebenarnya apa yang sedang diincar oleh pimpinan Mega Company ini. "Baik, Tuan." Pada akhirnya seorang pria yang tampak masih muda dengan tampilan yang sangat menawan masuk ke dalam ruangan Arsenio. "Selamat siang, Tuan," sapa putra dari Omar itu. "Hmm." "Siapa namamu?" tanya Arsenio tidak ingin basa-basi dan terlalu lama berbicara dengan orang asing yang baru saja dikenalnya ini. Ya, Arsenio memang tahu bahwa Omar mempunyai putra sulung seorang lulusan ilmu bisnis namun tetap saja i

