Bab 42. Dipaksa Menikah

1300 Words

"Lima orang dengan topeng bodoh itu sedang berdiskusi. Tim paling depan kepung dan blokir jalan mereka!" seru Darren mengerahkan pasukan. "Hanya ada lima orang. Namun sepertinya mereka enggan mundur. Apa perlu kita melakukan serangan terlebih dahulu?" sahut Max yang saat ini sudah tidak lagi berada di dalam mobil. Pria dengan kemampuan luar biasa menggunakan sniper itu tentu saja memilih jarak jauh untuk turut memberikan perlindungan untuk timnya. "Tidak, kita pantau dulu keadaan. Sial di mana teropongku!" Darren kesal karena dia menyadari bahwa saat ini Dia kehilangan salah satu benda yang biasa dia gunakan. "Hey! Gunakan saja matamu itu!" cetus Max yang tentu saja percakapan itu didengar oleh para bodyguard yang lainnya melalui alat komunikasi yang mereka gunakan. "Sialan!" umpat Da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD