Tentang Pernikahan

2711 Words

Fasha mematut diri di depan cermin. Ia hampir muntah begitu menciun bau badannya sendiri. Bau keringat, seafood dan cola menjadi satu. Setelah hampir setengah jam tertidur di kamar mandi, ia tersadar. Kemudian merasakan perutnya yang tidak enak. Kini? Sedang berjalan santai menuruni tangga. Ia lapar ditambah perutnya yang lumayan bergas. Ia hanya ingat tadi, minum cola bersama Ardan di pantai. Sisanya? Entah lah. Ia tak ingat apapun termasuk kelakuan gilanya semalam. Sedikit pun benar-benar tak ingat. Andai Ferril sempat terpikir untuk merekam kelakuannya tadi, ia pasti sudah gila sekarang. Merasa malu. Tapi beruntungnya, Ferril bahkan tak berpikir ke arah sana. Karena cowok itu justru terhibur dengan segala kelakuan absurd Fasha yang benar-benar sinting. Orang yang melakukan itu pun tak s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD