"Mbak Kinan." Kinan sedikit memutar pinggangnya untuk melihat siapa yang memanggilnya dan meletakan kedua tanganya di bahu Kinan. Cengiran khas ala Nanda membuatnya tersenyum kecil. Tetapi tidak terlalu ia perlihatkan. Mungkin menggoda Nanda sedikit tidak masalah. "Oh kamu toh. Mau apa Nda?" Tanya Kinan dengan raut biasa saja. Nanda mencebikan bibirnya dan melepas tanganya dari bahu Kinan. Lalu meletakan tangan di pinggang. Menatap Kinan yang hanya memberi tatapan polos. Tadi ia berniat memberikan surprise karena ia baru saja pulang setelah menjalani masa KKN. Dan apa yang Nanda dapat? Kinan terlihat biasa saja. Tidak terharu atau menangis dangdut sambil memeluknya. "Kalo kesini ya makan es krim Mbak. Nggak mungkin makan Dami." Nanda tertawa melihat Dami memekik kesal. Ia lalu menco

