Part 23

1123 Words

KINAN POV Kulihat Mas Rayhan duduk di pinggiran ranjang. Menunduk dan seperti sedang banyak pikiran. Entah apa yang sedang dipikirkan suamiku itu. Akhir-akhir ini. Aku perhatikan Mas Rayhan suka melamun dan terlalu sibuk dengan ponselnya. Jika ditanya. Jawabanya selalu tidak apa-apa. "Mas."  Mas Rayhan mengangkat kepalanya. Menyugar rambutnya yang tebal menutupi dahinya. Ingin rasanya aku menyibak rambut halus itu dengan tanganku. "Sini duduk disini."  Mendengar ucapanya yang menyuruhku duduk dipangkuanya. Aku menggeleng malu.  "Aku butuh kamu Kinan."  Wajahnya yang memohon. Membuat hati Kinan ngilu. Sebenarnya ada apa dengan Mas Rayhan?  Aku mendekat ragu-ragu. Tapi Mas Rayhan langsung menarik tanganku untuk duduk dipangkuanya. Tangannya memeluk perutku erat.  "Mas."  "Iya Kina

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD