"Kamu hanya perlu mengikhlaskan apa yang hilang bukan memaksanya karena yang terbaik tidak akan pernah salah tempat untuk tetap berhatan." **** "Pa...." panggil Keynara saat mereka sudah selesai makan malam. "Iya, sayang?" tanya Papanya. "Pa, maafin, Key," ucap Keynara merasa bersalah dengan Papanya. "Maaf, kenapa? Kamu enggak buat kesalahan kok," tanya Papanya bingung melihat raut wajah anaknya yang lesu. Dia sebenarnya sudah melihatnya sejak during pulang kerja dan melihat raut wajah anaknya yang berbeda dari biasanya tapi Reno tahu Keynara akan menceritakan masalahnya saat dia ingin, jadi Reno tidak perlu memaksanya. "Aya dipecat, Pa." "Dipecat dari sekolah?" Keynara mengangguk dia lantas berpindah duduk jadi di samping Papanya. Keynara memeluk Papanya dan men

