Hurt

1016 Words

"Kita enggak pacaran tapi kenapa deket kamu makin sayang dan rasa sakit kian menjalar. Kamu itu sebenarnya madu atau racun?" ****    Keynara sudah sampai di rumahnya. Dari jauh dia melihat Revan yang malemparkan senyumnya. Keynara terharu dengan Revan. Dia sampai rela mengitu Keynara sampai rumah walaupun hanya mengikuti dari belakang.   "Key kok kamu pulang sendiri." Senyum Keynara memudar kala suara Papanya yang berada di belakang mengintrypsi dirinya. Keynara langsung melihat ke arah Papanya. Semoga saja Papanya tidak melihat keberadaan Revan di sana.    "Tadi, Risda ada urusan mendadak di suruh Ibunya. Jadi, aku enggak mau ngerepotin suruh aja deh dia nyusul Ibunya."   "Loh tumben biasanya kamu ngikut aja." Keynara pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya udah sore juga nant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD