Imam pada saat ini sangat terlihat kesakitan sekali bahkan ia tidak bisa berbuat apa-apa, kaki kanannya saat ini sudah sedang dibalut oleh Yudho dengan perban dan Yudho di bantu oleh Ahmad dan Putut, saat ini nampak sesekali Imam merintih sakit menahan kesakitan hal itu terjadi mungkin karena pengaruh cairan alkohol yang membuat lukanya tersebut terasa makin sakit dan perih serta wajah dan bibir Imam masih tampak pucat karena darah yang keluar dari luka tusukan tersebut sungguh banyak sekali sehingga saat ini Imam dalam posisi lemah tak berdaya kekurangan darah. Yudho :” Mam… tahan ya Mam lu harus kuat jangan sampai pingsan Mam… kita harusa cari cara bagaimana bisa keluar dari tempat ini… masalahnya kaki lu harus segera di obatin Mam...” setelah membalut rapi perbannya untuk luka yang di

