Cyber Daisy

1387 Words

Wulan duduk dalam kamar kos yang sempit. Ruangan itu hanya berukuran tiga kali tiga meter. Dia menempati kamar itu sendirian sejak enam bulan yang lalu. Hanya ada satu ranjang dan satu lemari kecil. Wulan duduk di lantai beralaskan kapet kecil. Penerangan dalam kamar itu hanya dari cahaya bulan dan bintang di langit dan cahaya dari laptop di hadapannya. Wulan sibuk mengutak-atik laptop itu. Wulan tengah mengecek inbox pada email-nya, satu rutinitas yang selalu dilakukannya sebelum tidur. Senyuman Wulan merekah saat melihat ada email dari Daisy. Sahabat dunia mayanya sejak enam bulan yang lalu. Email dari Daisy, selalu menjadi email yang paling ditunggunya. Apa kabar, Wulan? Apakah pancaran senyummu masih sebening Bulan di langit malam? Kenapa kemarin kamu tak membalas emailku? Bagaimana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD