Disini bukannya Widya tak melawan atau hanya bisa pasrah sepenuhnya, sebelumnya Widya mencoba untuk melawan dengan kekuatannya, tapi apa daya kekuatan mereka berbeda dan jumlah mereka juga tak seimbang sehingga perlawanan yang Widya berikan tak ada artinya sama sekali di hadapan keempat pria tersebut. Dengan gerakan perlahan Sobri mulai menggerakkan keluar masuk kontolnya di lubang m***k Widya. Widya sendiri memejamkan mata dalam posisi setengah menungging dengan di arah kanan dan kirinya berdiri Mamat dan Rojak yang memegangi tangan Widya supaya tetap pada posisinya. Widya hanya mampu mengeluarkan desahan dan rintihan saat dengan bebasnya Sobri bisa menikmati setiap inci lubang m***k Widya saat meremas batang kontolnya di dalam sana. Dibawah sana selangkangannya tengah bertemu dengan s*

