Kini Fatimah bekerja di Balikpapan untuk membantu sang kakak, apalagi Fatih lebih sering melakukan pekerjaan bisnis. Sehingga tidak ada yang menemani Syakilla dan Farzan selain asisten rumah tangga mereka. Syakilla masih bekerja sebagai asisten pribadi di perusahaan yang sama, dan sejauh ini ia selalu menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecilnya. Farzan semakin aktif bicara dan berjalan, tekadang tingkah polahnya sangat menggemaskan. Wajahnya menggemaskan, mewarisi bentuk wajah sang ayah dan iris mata sang kakek. Sekarang ini Fatimah tengah menemani Farzan bermain, saking gemasnya sampai tak jarang Fatimah membuat keponakannya menangis. “Cup cup cup... Maafin teyze ya Farzan ganteng,” kekeh Fatimah meraih tubuh gemuk Farzan yang sedang menangis di atas karpet bulu karena biskui

