“Kalau aku banci nggak mungkin dong aku bis—“ Fatih tidak dapat melanjutkan kalimatnya karena mulutnya telah dibungkam Syakilla. Entah apa salah Syakilla hingga dihadiahi suami seperti Fatih, kalau bicara tidak pandang kondisi. Nyaris saja lelaki itu membicarakan soal aktifitas ranjang mereka, mengenal Fatih selama beberapa bulan terakhir membuatnya cukup paham dengan karakter suaminya. Tegas dan berwibawa saat bekerja, tapi ramai dan asal bicara saat di luar pekerjaan. Bahkan Fatih tidak sungkan untuk membahas hal-hal pribadi sekalipun jika memang tidak bekerja atau dalam pertemuan bisnis. Fatih nampaknya masih ingin protes tapi sudah tidak ada minat lagi untuk melawan istrinya. Akhirnya di sinilah dia, berakhir di Danau Kakaban yang dipenuhi ubur-ubur yang menyentuh kulit tubuhnya denga

