16. Serangan Penembakan

2001 Words

Malam yang cukup tenang di kediaman Atmadiraja yang bagaikan istana di tengah kota. Sang bodyguard, Damian masih setia menjaga Tuan Putri yang sudah tidur dengan lelap karena lelah. Sesekali ia tersenyum membayangkan tingkah Auris yang baik dan polos dan itu selalu membuatnya senang. Sikap manja, lembut dan baiknya mampu membuat Damian melakukan pekerjaan seperti sebuah panggilan hatinya sendiri untuk selalu menjaga dan menemani gadis itu dalam keadaan yang sesulit apa pun dan dengan risiko yang sebesar apa pun. Damian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celana. Dirinya dan Auris sempat berfoto beberapa kali dalam semua kegiatan di rumah pada hari ini. Damian tersenyum melihat foto-foto mereka bersama. Setelah cukup puas ia lalu mengembalikan ponsel ke dalam saku. Kembali fokus berjag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD