Raja memanggil dokter keluarga untuk mengobati luka Damian di kamarnya. Auris tak pernah jauh darinya sejak tadi. Untuk pertamakali ia masuk kamar yang ditempati oleh Damian. Jelas dia pria yang bersih dan rapih, itu semua terlihat jelas dari keadaan kamar. Luka Damian saat ini sedang dibersihkan dan dijahit. Auris yang berdiri memeluk lengan Daddy-nya meringis melihatnya ketika dijahit. Sesekali menyembunyikan wajah di lengan Daddy-nya. "Pelakunya sudah ditangkap. Berikut bukti pisau yang kamu berikan. Itu akan terus jadi bahan penyelidikan, siapa otak p*********n ini." "Yeah, augh!" "Dami?" Auris sangat cemas mendengarnya kesakitan. "It's oke, aku hanya kaget." Damian tak tega melihat wajah itu. "Aku harap dengan tertangkapnya orang itu, akan menjadi titik terang siapa yang mengi

