Chapter 26

1130 Words

Danica mematung. Tubuhnya seketika terasa sangat dingin. Ia melihat ayahnya yang sedang menatap dirinya dengan senyuman yang aneh. Tarikan bibir yang seperti dipaksakan. Bukan dipaksakan karena tidak ingin tersenyum. Tapi dipaksakan tersenyum di tengah kesakitan. Tatapan mata Rahadyanlah yang membuat Danica kaku. Tatapa itu persis sama seperti yang selama ini Danica bayangan. Kelopak mata yang sedikit turun, tetapi tak menutupi binar-binar kerinduan. Mata itu seperti mengikuti bibir, sama-sama berusaha tersenyum. Kerutan-kerutan di wajah Rahadyan, semakin banyak seiring dengan tarikan senyuman. Senjanya usia yang digerogoti penyakit tak bisa ditutupi. Menyedihkan dan memilukan, tetapi tak membuat Danica menangis. Tak ada air mata yang luruh. Sesuatu seperti menghalangi kantung air mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD