Chapter 10

1208 Words

Sayur lodeh dan ikan asin beserta sambal terasi, tersaji hangat di meja makan bulat dengan taplak meja berwarna cokelat muda. Ada sulaman bunga di ke empat sisi taplak. Sulaman Manika, ibunda Danica. Hampir semua taplak meja adalah hasil dari prakarya alamarhumah ibunda Danica. Selalu ada sulaman atau rajutan yang dibuat. Danica makan siang bersama dengan Prasaja. Tatapannya terarah pada orang tuanya yang pintunya tidak ditutup rapat. Agasta sudah bangun lebih awal dari Danica dan pria itu sudah makan. Karenanya ia menolak dan memilih mengurus ayah Danica. Dalam hati dan pikiran Danica, berkutat pertanyaan akan siapa sebenarnya Agasta. Semalam pria itu menyebut Rahadyan dengan Bapak. Cara penyebutannya bukanlah cara penyebutan seorang bawahan kepada atasannya. Melainkan sesuatu yang lebi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD