Yuni meremas jemarinya dan memejamkan mata rapat-rapat. Ia sangat ingin mengusir kenangan yang memalukan sekaligus menyakitkan atas masa lalu. Peristiwa yang menjadi cikal bakal sakitnya hati yang berkelanjutan sampai di masa mendatang. Rahadyan menepati janjinya. Hingga detik ini, tak ada seorang pun yang tahu peristiwa saat itu. Hanya almarhumah ibunya, yang saat kejadian, mencari dirinya, seketika terkejut mendapati Yuni keluar dari kamar Rahadyan dengan penampilan yang sedikit berantakan. Yuni masih ingat bagaimana ekspresi ibunya kala itu. *** Rambut yang digelung seadanya, sudah melorot ke bawah. Sisi kanan dan kiri menjuntai beberapa rambut yang terlepas dari gelungannya, membentukan juntaian kasar yang mengesankan kengerian. Ditambah kedua bola mata tua yang mendelik lebar dan

