CHAPTER 44

1183 Words

Isabelle terbangun dengan kepala berdenyut. Ia mengerang sebelum memaksa matanya untuk terbuka. Perlahan ia membuka satu mata, kemudian dilanjutkan dengan mata sebelahnya. Dengan pikiran linglung dan otak yang belum sepenuhnya bekerja, ia mengamati sekelilingnya. Tapi yang dilihatnya hanya ruangan yang gelap, kecuali rembesan cahaya dari celah kecil di pinggiran gorden yang menutupi jendela kaca di belakangnya. Atau begitulah tebakan Isabelle. Ia tidak tahu pasti apa yang dilihatnya saat ini. "Apa yang terjadi?" gumamnya bingung. Ia memejamkan matanya erat, berusaha mengingat apapun yang bisa memberinya informasi. 'Berbelanja bersama Ashley dan Lisa seharian, Caleb merengek, Rafael membawanya keluar, berjalan ke toilet dan...' "Oh ya ampun!" bisiknya dengan mata terbelalak dan jantung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD