“Hani! ikutlah denganku. Kita kembali ke Jakarta bersama” celetuk Abi tiba-tiba Abi sudah nekad untuk memboyong istri dan putranya kembali ke Jakarta. Sepertinya ia harus sedikit memaksa untuk mewujudkan keinginannya itu. Hani mengangkat wajahnya menatap lekat wajah Abi. “Aku gak mau! Di sini lebih nyaman. Lagian aku dan Aslan sudah sangat nyaman dengan tempat ini.” tolak Hani Abizard tampak menghela nafas berat. Pria itu meraup wajahnya kasar kemudian beranjak bangkit dari tempat duduknya lalu memegang kedua bahu istrinya. “Kamu tidak kasihan sama putra kita hurm? Setelah dia masuk sekolah nanti dia bakal dikucilkan oleh teman-teman karena tidak punya ayah. Kamu mahu Aslan merasakan itu semua?” bicara Abi dengan lembut. Hani bingung harus jawab apa. Wanita itu menundukkan wajah menat

