“Tapi saya adalah suami Rowena.” Ayah Rowena akhirnya menatap Jordan dengan seksama. Dia memperhatikan sosok tubuh tegap Jordan yang kini sudah berdiri dengan gagah berani, tatapan matanya tampak menunjukkan kesungguhan dan keinginan yang kuat akan putrinya. “Kenapa kamu tiba-tiba menikahi anak saya? Setahu saya, pacar anak saya adalah seorang bocah ingusan sebelumnya.” “Ekhemm.” Rowena dengan sengaja berdehem saat ayahnya mulai mengungkit mengenai Zidan. Meski sebelumnya ayahnya tidak begitu menyukai Zidan, namun mereka tidak begitu melarangnya dan hanya menunjukkannya saat berbicara dengannya. Dia tidak menyangka kalau ayahnya juga tidak akan menyukai Jordan selaku ayah Zidan. Rowena menggelengkan kepalanya saat membayangkan bagaimana jika ayahnya mengetahui kalau Jordan ternyata ada

