Extra Part 1 Several Years Later “Katanya mau ke Blow and Glow,” buka Seno seraya mendudukan dirinya di salah satu kursi Delima venue, Teras Dharmawangsa. Di depannya Eleona sontak mengibas jari-jemari lentik berkutek kuning elektriknya santai bak mengusir nyamuk. “Ada yang lebih penting dari itu,” katanya. “Apaan?” Tanya Seno seraya menyumpit Hog Kong noodles with sliced char siu duck—favorit Eleona. “Jangan bilang … Garin abis ngelamar lo?” “Ish! Apaan sih? Kagak!” halau Eleona, bibirnya yang berpulas lipstick merah menyala kontan menyebik. Oh, jangan bilang kalau dia dan Garin sedang marahan? Lagi? Seriously? Oh, Seno bahkan sampai pusing tujuh keliling untuk mencari cara mendamaikan keduanya pada pertikaian mereka di tiga bulan lalu, atau malah baru dua bulan lalu? Entahlah. Sak

